Jakarta yang merupakan kota Internasional, seharusnya malu karena tiap tahun kebanjiran. Masih terbayang oleh kita banjir bandang yang terjadi tahun 2002, dimana hampir seluruh jalan-jalan utama di Jakarta terendam air, bahkan Istana Negara ikut kebanjiran. Saat itu pemerintah DKI Jakarta mengatakan ini sudah menjadi siklus lima tahunan, akan tetapi setelah tahun 2002 banjir terus saja menghampiri Jakarta, siklus lima tahunan sekarang berubah menjadi siklus tahunan. Para ahli mengatakan kalau ini semua terjadi karena pemanasan global (global warming), entah itu benar atau tidak tetapi prilaku kita terhadap lingkungan sekitar kita juga mempengaruhi. Oleh karena itu untuk menanggulangi masalah banjir ini kita harus berkomitment untuk “stop global warming”. Berikut ini ada tips-tips bagi kita untuk “stop global warming”, semoga bermanfaat.

Tips. STOP GLOBAL WARMING

1. Gantilah lampu – lampu anda dgn Compact Fluorescent Lamp ( CFL )

Meski harganya agak mahal, lampu CFL lebih hemat 60% dari lampu biasa dan lebih awet. Dengan kita mengganti ke lampu CFL juga akan mengurangi ratusan kilogram karbondioksida per- tahunnya.

2. Bersihkan atau ganti filter AC anda.

Dgn membersihkan filter udara pada AC, akan mengurangi ratusan kilogram karbondioksida per- tahun.Gunakan AC seperlunya dan tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21 – 25 derajat celcius.

3. Jika membeli peralatan – peralatan rumah/kantor, pilih yg hemat energi.

Cari keterangan pada kemasan dimana ada label keterangan hemat energi untuk memilih produk yang paling hemat energi. Kertas recycle menghemat 70 – 90% energi dalam pembuatannya, dan mengurangi penggundulan hutan. Cari produk yang kemasannya sedikit dan jika ada beli refillnya. Ini akan mengurangi sampah dan menghemat energi.

4. Matikan listrik jika tidak digunakan.

Matikan semua peralatan elektronik ataupun mesin jika tidak sedang di pakai. Jangan meninggalkannya dalam keadaan “standby”. Cabut charger telpon genggam dari stop kontak. TV menhabiskan sekitar 40% energi listrik dalam sehari hanya pada saat standby (bila di hitung 3 jam menyala dan 21 jam standby).

5. Pindahkan lemari es anda.

Menempatkan lemari es dekat dengan kompor akan menhabiskan lebih banyak energi dari pada jika bebas dari unsur – unsur yang panas di sekitarnya.

6. Gunakan penutup untuk memasak seperti pada pressure cooker atau steamer.

Menggunakan alat – alat tersebut akan menghemat banyak energi sekitar 70%.

7. Pakailah mesin pencuci hanya kalau sudah penuh.

Jika menggunakannya sewaktu masih separuh, gunakan setting yang untuk half-load atau economy. Tidak perlu men-set suhunya terlalu tinggi. Zaman sekarang deterjen sdh cukup canggih dan efisien untuk dapat mencuci bersih pada suhu yg rendah.

8. Pakailah shower.

Shower dengan tekanan yang rendah atau arus lemah, menghemat penggunaan air dan energi. Dan gunakan sesedikit mungkin air panas. Untuk memanaskan air sangat membutuhkan banyak energi.

9. Lakukan daur ulang di rumah.

Anda dapat mengurangi ribuan kilo karbondioksida per tahunnya hanya dengan mendaur ulang separuh dar sampah rumah anda. Lakukan daur ulang sampah organic. Dengan mendaur ulang sampah organic dengan benar menjadi kompos akan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Minimal punya 2 macam tempat sampah di rumah, membantu mengurangi polusi air, udara dan tanah. Pisahkan sampah basah/organic (sisa makanan dan masakan, daun minuman) dan sampah kering (plastic, kertas, kaleng, kaca). Buku bekas, majalah, Koran, surat2 tagihan juga dapat di sendirikan dan dijual/diloakkan.

10. Pakailah tas belanja sendiri yang dapat dipakai ulang daripada tas plastik dari tempat belanja.

Kantong plastic butuh waktu 1000 thn untuk dapat terurai di TPA ( Tempat pembuangan akhir ). Sekitar 300 juta buah kantong plastik di buang tiap tahunnya di Indonesia. Sampah plastik mengelurkan CO2 dan gas metana ke atmosfir, dan dapat mengotori udara, air dan tanah.

11. Tanamlah pohon, lindungi dan selamatkan hutan.

Satu pohon dapat menyerap 1 juta ton karbondioksida selama hidupnya. Penebangan dan pembakaran hutan akan mengurangi penyerapan dan juga melepaskan karbon tsb. ke atmosfir yang berdampak pada pemanasan global.

12. Sebisa mungkin beralihlah ke energi berkelanjutan atau energi diperbarui (sustainable energy, renewable energy; green power/energy) .

Energi diperbarui, seperti tenaga surya dan angin, mengurangi ketergantungan kita terhadap penggunaan bahan bakar fosil, sumber polusi utama pemanasan global.

13. Kurangilah penggunaan kendaraan bermotor dengan berjalan, bersepeda, sharing atau kendaraan bersama, atau menggunakan kendaraan umum.

14. Tune-up dan cek ban kendaraan anda.

Dengan melakukan tune-up akan menghemat bensin dan uang, dan juga sekaligus mengurang polusi udara dari jutaan kilogram karbondioksida. Pemompaan ban yang benar dapat menambah efisiensi penggunaan bensin.

15. Sharing-kan pemahaman dan kesadaran tentang pemanasan global kepada orang lain.

Salam semuanya..

setelah beberapa kali pencarian, mungkin hampir satu bulan..akhirnya saya memutuskan untuk buat script PHP to PDF dan buat print halaman menjadi landscape dan menghilangkan header dan footernya webpage.

script itu berhasil dengan baik dan rapi. tetapi kecenderungan untuk menghilangkan window.print() itu terus penasaran..akhirnya saya mencari-cari lagi dan dapat link yang lumayan bagus..dan setelah dicoba berhasil.

untuk keterangan lebih lanjut coba buka link-link berikut ini:

http://www.febooti.com/products/iezoom/print-web/create-print-custom-header-footer.html

http://www.febooti.com/support/faq/iezoom/print-web-cut-off-header-footer.html

http://www.febooti.com/products/iezoom/print-web/printing-codes-footer-header.html

bila linknya sudah tidak jalan silahkan ikuti petunjuk diabwah ini:

klik print preview -> cari page settup -> header and footer buat semua option menjadi empty. dan pilih paper option Landscape atau Portrait.

dan bila kita memakai window.print(); maka akan dimunculkan langsung ke print setup. klik preferences->papaer quality misal A4, finishing misal Landscape dan klik ok..setelah itu print.

take it easy..ok

moga bisa membantu

Mengisahkan tentang bidadari-bidadari surga, mereka itu adalah wanita suci yang menyenangkan jika dipandang mata, menyejukkan jika dilihat, dan menentramkan hati setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita, kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak yang paling baik, perawan, kaya akan cinta, dan umurnya sebaya.

Siapakah yang orang yang beruntung mendapatkannya?

Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang syahid karena berjihad di jalan Allah, orang-orang yang tulus dan ikhlas membela agama Allah. Sebagian kita mungkin berfikir, kapan kita berjumpa dengan bidadari-bidadari itu, apakah ia akan kita miliki, adakah ia sedikit di antara mereka mendiami bumi sekarang ini?

Bidadari-bidadari itu telah turun ke bumi. Semenjak Islam mulai bangkit lagi di bumi ini. Bidadari-bidadari itu menghias diri setiap hari. Dia berwujud manusia yang berhati lembut, menyenangkan jika dipandang mata, menyejukkan jika dilihat, menentramkan hati setiap pemiliknya. Dialah wanita shalehah yang menjaga kesucian dirinya.

Seperti apakah bidadari bumi itu?

Pertama, ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah. Ia senantiasa menyerahkan segala urusan hidupnya kepada hukum dan syari’at Allah.

Kedua, ia menjadikan Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai sumber hukum dalam mengatur seluruh aspek kehidupannya.

Ketiga, ibadahnya baik dan memiliki akhlak serta budi pekerti yang mulia. Tidak hobi berdusta, bergunjing, dan riya.

Keempat, berbuat baik dan berbakti kepada orangtuanya. Ia senantiasa mendo’akan orangtuanya, menghormati mereka, menjaga, dan melindungi keduanya.

Kelima, ia taat kepada suaminya, menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya dengan kehidupan yang Islami. Jika dilihat menyenangkan, bila dipandang menyejukkan, dan menentramkan bila berada di dekatnya. Hati akan tenang bila meninggalkanya pergi. Ia melayani suaminya dengan baik, berhias hanya untuk suaminya, pandai membangkitkan dan memotifasi suaminya untuk berjuang membela agama Allah

Keenam, ia tidak bermewah-mewah dengan dunia, tawadhu, dan bersikap sederhana. Kesabarannya luar biasa atas janji-janji Allah, ia tidak berhenti belajar untuk bekal hidupnya.

Ketujuh, ia bermanfaat di lingkungannya. Pengabdianya kepada masyarakat dan agama sangat besar. Ia menyeru manusia kepada Allah dengan kedua tangan dan lisannya yang lembut, hatinya yang bersih, akalnya yang cerdas, dan dengan hartanya.

“Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalehah.” (HR. Muslim).

Dialah bidadari bumi, dialah wanita shalehah yang keberadaan dirinya lebih baik dan berarti dari seluruh isi alam ini.

Dinukil dari buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.

Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.”

(QS 8:2-4)

Ketika kehidupan memberimu SERIBU ALASAN untuk INGINKAN sesuatu… Pahamilah bahwa Allah punya SEJUTA TAHU akan KEBUTUHANMU.. Barangkali kita tidak bisa MENGUBAH KEADAAN… Tapi, bukankah kita bisa MENGUBAH SIKAP kita dalam menghadapinya? Barangkali kita tidak bisa mengubah arah angin… Tapi kita bisa mengarahkan ke manakah kapal kita berlayar… Barangkali kita tidak bisa mengubah hembusan angin… Tapi kita bisa mengubah arah kepakan sayap kita…. Nikmati setiap detak waktu kita dengan ketulusan… Hopefully your success in your days… And remember Allah in your daily step.. Wishfull your dreams will in your hand… Akhiri kelelahan hari ini dengan KEIKHLASAN dan SENYUMAN… Semoga Allah ridho dengan segala apa yang kita LAKUKAN… Amin.

Alhamdulillah akhirnya impianku untuk naik pesawat terbang tercapai juga, sebelumnya pernah masuk bandara dan hanya menjemput saudara…dan kemarin sekitar tanggal 4-6 September 2008. akhirnya aku bisa terbang…tepatnya aku terbang ke samarinda – Kalimantan tengah (yang bulan-bulan sebelumnya dipakai PON XVII).

Ini pengalaman pertamaku, mungkin untuk sebagian orang sudah terbiasa terbang, tapi aku mungkin dibilang telat yah atau kuno atau apalah….tapi gpp sekarang impianku telah terwujud.

Tujuanku kesana yaitu memonitoring Bbawasda Pprovinsi Kalimantan Tengah serta evaluasi buat Universitas Mulawarman – Samarinda.

Pertama meluncur..subhanalloh itu yang selalu aku lontarkan…fikirku akhirnya aku bisa terbang…senang hari-hariku…kuhanya bisa berterimakasih kepada orang-orang yang telah memberi kesempatan padaku. Khususnya pada Alloh SWT. Tanpa izinnya aku tidak akan terbang selamat..

Diatas awan kuhanya bisa memanjatkan puji syukur atas keagunganNya..subhanalloh indah sekali pulau-pulau yang kulihat..hamparan laut yang sangat luas..dan ketika masuk ke atas awan…ku terengah-engah melihat kerumunan awan-awan yang begitu indah…hari itu terlihat benar bentuk bumi yang bulat ini…

Ketika diatas hamba seperti tidak ada apa-apanya. Dan terlintas terfikir bagaimana jikalau pesawat ini jatuh terperosok ke hutan atau ke laut….kita tidak akan ada yang tahu. Dan kita merasa kita itu makhluk yang amat kecil..

Sesampainya dibandara tepatnya di Kota Balikpapan. Kita menuju arah Kota Samarinda / ibukota Kalimantan Tengah…perjalanan yang ditempuh dari Balikpapan ke Samarinda berkisar 3 jam. Atau kurang lebih 2.5-3 jam. Kadang lebih tergantung kondisi jalanan. Dengan melintasi hutan-hutan..dan alhamdulillah lancar perjalanan kami ke Samarinda dan sesampainya disana dengan melewati jembatan yang melewati sungai gangga..kulihat masjid yang sangat indah dilihat dari kejauhan dengan cahaya-cahaya yang menghiasi benteng-benteng yang sangat kokoh…subhanalloh indah sekali masjid itu..tanpa basa-basi dibelokkan mobil itu ke arah masjid dan subhanalloh ketika dilihat dari kedekatan seperti masjid Nabawi yang pernah aku lihat di TV-TV atau di gambar-gambar…bagus sekali. Dibawahnya ada basement untuk parkir mobil.dan halamannya yang luas membuat penduduk disekitarnya terus berdatangan untuk kemasjid dan bermain. Tapi sayangnya kira tidak bisa turun karena kebetulan malam itu para ummat muslim disana sedang melaksanakan shalat taraweh dan kita pun menuju hotel yang telah disiapkan sebelumnya..

Besoknya kita langsung pergi dinas. Setelah semuanya selesai kita tidak ada kegiatan yang lain..paginya kita menuju bandara di Balikpapan untuk pulang lagi ke Jakarta.

Sekian cerita yang saya alami dan sangat berkesan sekali…pernerbangan pertamaku dan kebetulan dibulan Ramadhan….

insyaAlloh bulan Ramadhan bulan yang penuh Berkah…dan saya merasakan langsung berkah itu…Alhamdulillah

mudah-mudahan dilain kesempatan saya bisa berangkat lain ke daerah-daerah lain, dan khususnya bisa terbang ke luar negeri…insyaAlloh…aminn

Suatu ketika, seorang alim diundang berburu. Sang alim hanya dipinjami kuda yang lambat oleh tuan rumah. Tak lama kemudian, hujan turun dengan derasnya. Semua kuda dipacu dengan cepatnya agar segera kembali ke rumah. Tapi kuda sang alim berjalan lambat. Sang alim kemudian melepas bajunya, melipat dan menyimpannya, lalu membawa kudanya ke rumah. Setelah hujan berhenti, dipakainya kembali bajunya. Semua orang takjub melihat bajunya yang kering, sementara baju mereka semuanya basah, padahal kuda yang mereka tunggangi lebih cepat.
Dengan perasaan heran, tuan rumah bertanya kepada sang alim, ”Mengapa bajumu tetap kering?” ”Masalahnya kamu berorientasi pada kuda, bukan pada baju,” jawab sang alim ringan sambil berlalu meninggalkan tuan rumah.

Dalam perjalanan hidup, kadangkala kita mengalami kesalahan orientasi (persepsi) seperti tuan rumah dalam cerita di atas. Kita menginginkan sesuatu namun tidak memiliki orientasi seperti yang diinginkan, sehingga akhirnya kita tidak mendapatkan apa yang diinginkan.
Begitu pula dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Banyak orang yang menginginkan ibadahnya di bulan Ramadhan dapat merubah dirinya menjadi lebih baik. Namun setelah Ramadhan, ternyata sifat dan perilakunya kembali seperti semula. Tak berubah secara signifikan. Ia hanya mendapatkan lapar dan haus. Persis seperti yang disabdakan Nabi saw, ”Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa pun, kecuali lapar dan haus.”

Hal itu karena orientasinya keliru. Ia tidak tahu hikmah di balik keagungan bulan Ramadhan. Salah satu dari sekian banyak hikmah Ramadhan yang sering dilupakan orang adalah fungsinya sebagai pembangkit semangat hidup. Ramadhan sesungguhnya adalah bulan motivasi (syahrul hamasah). Ramadhan semestinya mampu menjadikan setiap muslim yang beribadah di dalamnya menjadi termotivasi hidupnya.
Coba kita lihat apa yang terjadi pada diri nenek moyang kita (para sahabat dan ulama sholihin) setelah ditempa Ramadhan. Mereka menjadikan Ramadhan sebagai ajang pembakaran semangat yang membara. Sejarah mencatat dengan tinta emas sepak terjang mereka yang produktif. Banyak orang yang tak tahu, karena memiliki motivasi yang tinggi, umat Islam terdahulu menjadi penguasa dunia selama lebih kurang 14 abad. Lebih lama daripada kejayaan Eropa. Apalagi dari Amerika yang baru berjaya di akhir abad ini.

Kejayaan Islam yang demikian lama di masa lalu tak bisa dipisahkan dari semangat nenek moyang kita untuk selalu bersemangat dan produktif dalam berkarya. Beberapa contoh bisa disebutkan di sini. Ibnu Jarir, misalnya, mampu menulis 14 halaman dalam sehari selama 72 tahun. Ibnu Taymiyah menulis 200 buku sepanjang hidupnya. Imam Ghazali adalah peneliti di bidang tasawuf, politik, ekonomi dan budaya sekaligus. Al-Alusi mengajar 24 pelajaran dalam sehari. Sedang Jabir bin Abdullah rela menempuh perjalanan selama satu bulan demi mendapatkan satu riwayat hadits. Fatimah binti Syafi’i pernah menggantikan lampu penerangan untuk ayahnya (Imam Syafi’i) sebanyak 70 kali.
Semangat mereka terangkum dalam perkataan Abu Musa Al-Asy’ari ra.yang pernah ditanya oleh sahabatnya, ”Mengapa Anda tidak pernah mengistirahatkan diri Anda?” Abu Musa menjawab, ”Itu tidak mungkin, sesungguhnya yang akan menang adalah kuda pacuan!” Suatu ungkapan indah yang menggambarkan semangat yang membara, jiwa yang selalu ingin berkompetisi, berani dan pantang menyerah.

Semangat Itu Ada di Depan Kita
Semangat nenek moyang kita yang luar biasa dalam beramal tak bisa dilepaskan dari orientasi mereka yang benar terhadap fungsi ibadah dalam Islam, termasuk fungsi ibadah Ramadhan sebagai ajang melejitkan motivasi (achievement motivation training). Beda dengan kebanyakan kaum muslimin saat ini yang lebih memahami ibadah Ramadhan sebagai kegiatan seremonial dan tradisi tanpa makna.

Beberapa bukti yang menunjukkan fungsi Ramadhan sebagai bulan pemotivasian adalah:
1. Shaum (puasa)
Tahukah Anda bahwa kekuatan semangat dapat mengalahkan kekuatan fisik? Itulah yang Allah latih kepada kita di bulan Ramadhan. Selama sebulan kita dilatih untuk mengalahkan nafsu yang berasal dari tubuh kasar kita; nafsu makan, minum, dan seksual. Kenyataannya, di bulan Ramadhan kita mampu mengalahkan tarikan nafsu demi memenangkan semangat ruh kita.
Sayangnya, latihan itu tidak dilanjutkan dalam skala kehidupan yang lebih luas dan dalam waktu yang lebih lama setelah Ramadhan, sehingga banyak di antara kita yang hidupnya tidak bersemangat dan produktif dalam beramal. Padahal
kunci motivasi itu adalah kemampuan mengalahkan kekuatan fisik. Itulah yang kita lihat pada diri Abdullah bin Ummi Maktum ra.yang matanya buta tapi ngotot untuk ikut berperang bersama Rasulullah. Juga pada diri Cut Nyak Dien atau Jenderal Sudirman, yang pantang menyerah kepada pasukan kolonial walau dalam kondisi sakit parah.
2. Tarawih
Ramadhan sebagai syahrul hamasah juga terlihat dalam pelaksanaan sholat tarawih.
Sholat tarawih artinya sholat (di waktu malam) yang dilakukan dengan santai. Di zaman sahabat, sholat tarawih biasa dilakukan sepanjang malam. Dengan bacaan yang panjang dan diselingi juga dengan istirahat yang lama. Bahkan pernah dalam satu riwayat, para sahabat melakukan sholat tarawih berjama’ah sampai menjelang subuh.
Hikmah dari ibadah tarawih yang dilakukan dengan santai dan tidak terburu-buru adalah untuk membentuk watak kesabaran dan ketekunan. Kita tahu, kesabaran dan ketekunan adalah kunci dari motivasi. Tidak mungkin seseorang itu termotivasi dan produktif berkarya tanpa memiliki sifat sabar dan tekun. Watak inilah yang dimiliki oleh nenek moyang kita, sehingga mereka menjadi umat yang jaya di masa lalu.
Hal ini berbeda dengan pelaksanaan sholat tarawih di masa kini. Di mana waktunya tidak lebih dari 1-2 jam. Bahkan seringkali dilakukan tergesa-gesa. Hikmah tarawih sebagai ibadah yang melatih watak kesabaran dan ketekunan menjadi hilang, sehingga lenyap pulalah salah satu sarana pelatihan umat Islam untuk menjadi orang yang termotivasi hidupnya.
3. I’tikaf

Sarana lain yang disediakan Allah SWT untuk membentuk ruh semangat adalah i’tikaf. Ibadah i’tikaf berarti diam menyepi (untuk mengingat Allah) dan meninggalkan kesibukan duniawi. Bagi laki-laki, i’tikaf dilakukan di masjid. Sedang bagi perempuan dilakukan pada ruangan khusus di rumahnya.
Nabi Muhammad saw tidak pernah meninggalkan ibadah i’tikaf ini sepanjang hidupnya. Hal ini juga dilakukan oleh para sahabat dan orang-orang sholih sepeninggal beliau. Sudah menjadi hal yang lazim di masa nenek moyang kita bahwa setiap Ramadhan masjid penuh dengan orang-orang yang i’tikaf.

Bandingkan dengan kondisi sekarang. I’tikaf menjadi ibadah yang asing bagi kebanyakan kaum muslimin. Padahal ibadah ini sangat penting untuk kontemplasi diri. Dalam i’tikaf, kita melakukan uzlah (pertapaan) sebagai modal penting untuk bangkit dari keterpurukan atau sebagai momen untuk berubah. Nabi Muhammad saw berubah dari manusia biasa menjadi manusia luar biasa (nabi) setelah uzlah ke Gua Hiro. Lalu Allah menggantikan sarana uzlah tersebut dengan i’tikaf untuk kita. Agar kita meniru perubahan menjadi manusia luar biasa tersebut seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad saw.
Allah meminta kita agar mengulangi momen uzlah tersebut setiap tahun, sehingga kita selalu termotivasi untuk berubah semakin baik dari tahun ke tahun. Dari bulan ke bulan. Bahkan dari hari ke hari. Nabi saw bersabda, ”Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemaren, ia celaka. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemaren, ia merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemaren, ia beruntung.”

Ramadhan sebagai bulan pemotivasian seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh kita semua. Sungguh beruntunglah mereka yang menggunakan Ramadhan sebagai ajang peningkatan motivasi hidupnya. Lalu dengan modal Ramadhan ia mengisi hari-harinya di luar Ramadhan dengan semangat yang membara untuk beramal melesat ke angkasa kemuliaan. Sungguh, ada semangat dalam Ramadhan.**

Satria Hadi Lubis, MM, MBA
Konsultan Manajemen Kehidupan dan Penulis Buku-Buku Pengembangan Pribadi

keluarga ming-ming

ku malu sebagai seorang lelaki
ming ming, keluarga dan usahanya

Ming Ming Sari Nuryanti (Mahasiswi Universitas Pamulang) Menjadi Pemulung untuk membiayai kuliah dan melanjutkan hidupnya (REALITA edisi 17, 28 April – 11 Mei 2008)
Ming Ming Sari Nuryanti, Pangilannya Muna. Ia lahir di Jakarta, 28 April 1980 sebagai putri pertama dari tujuh bersaudara pasangan Syaepudin (45) dan pujiyati (42). Syaepudin, ayahnya, adalah seorang karyawan di sebuah tempat hiburan di daerah ancol, Jakarta Utara. Setiap hari ia mengumpulkan bola bowling . Sementara ibunya Pujiyati adalah seorang ibu rumah tangga sederhana. Lisa, adiknya yang pertama, duduk dibangku kelas 3 SMU Negeri I Rumpin. Melati, adiknya yang kedua, duduk dibangku kelas 2 di SMU yang sama. Kenny, adiknya yang ketiga, duduk dibangku kelas 6 SD Sukajaya. Sementara tiga adiknya yang lain juga masih sekolah disekolah yang sama. Romadon di kelas 5, Rohani di kelas 4 dan Mia di kelas 1.
Pada tahun 1994, dengan ekonomi yang pas-pasan Muna bersama keluarganya mengotrak rumah sangat sederhana di daerah Kosambi, Cengkareng. Orang tua muna menggeluti usaha rempeyek untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang memang hasilnya tidak menjanjikan. Disela kehidupan yang cukup prihatin, Muna, yang pada waktu itu masih berusia 4 tahun menunjukan potensi dirinya yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Dalam usia yang sedini ini, ia memaksa orang tuanya untuk memohon kepada kepala sekolah SDN 02 Kosambi agar menerimanya sebagai murid kelas 1. Hasilnya menggembirakan, ia tidak mengalami masalah dan bahkan dapat naik ke kelas 2 dengan hasil yang memuaskan.

Saat Muna beranjak kelas dua, yaitu tahun 1996 Muna bersama keluarga hijrah ke daerah Bogor, Rumpin. keluarga mereka membuka usaha warung makanan dengan modal yang pas-pasan. Setahun berjalan, usaha itu bangkrut. Hingga untuk bisa bertahan hidup mereka hanya mengkonsumsi bubur atau singkong. Hal itu berlanjut hingga lima tahun.
Suatu hari, ada seorang teman ayah Muna yang memberitahu bahwa gelas dan botol bekas air mineral dapat dijadikan uang . Saat itu juga serentak seluruh keluarga mengumpulkan gelas dan botol bekas air mineral. Hampir setiap hari keluarga mereka berbondong-bondong keluar sambil membawa karung dan terkadang pulang hingga jam tiga pagi. Gelas bekas yang dikumpulkannya ini dihargai delapan ribu rupiah untuk setiap kilonya. Dalam sehari Muna dapat mengumpulkan sebanyak satu karung gelas plastik bekas atau seberat satu kilo gram.
Dari usaha yang baru ini membawa sedikit angin segar bagi keluarga Muna, terlebih bagi dirinya sendiri yang memang sangat bersemangat untuk menempuh pendidikan setinggi tingginya. Dalam keadaan yang sulit sekalipun prestasi belajarnya cukup menggembirakan. Semenjak SD hingga SMU Muna selalu mendapat peringkat tiga besar. Sebelum meninggalkan bangku SMU ia pernah mendapat juara 2 lomba puisi dan ia pun masuk kedalam sepuluh besar lomba membawakan berita pada peringatan hari bahasa pada waktu itu. Pada bangku kuliah pun ia masuk dalam peringkat sepuluh besar pada universitas Pamulang jurusan akuntansi. Potensi inilah yang membakar semangatnya dan memperoleh dukungan keluarga untuk terus belajar.
Tahun ajaran 2007-2008 masih dalam keadaan cukup prihatin Muna memberanikan diri mencicipi bangku kuliah. Tekadnya bulat untuk memilih jurusan akuntansi yang dalam benaknya dapat memudahkan mencapai cita-citanya untuk dapat bekerja pada Bank Indonesia. Dengan biaya kuliah Rp. 900.000 per semester dapat dicicilnya setiap bulan sebesar Rp. 150.000. Jadi, apabila ia ingin kuliah maka ia pun harus bekerja keras siang malam.
Semangat dalam belajar dan bersabar dalam meniti jalan kehidupannya membuat muna dapat dikatakan memiliki suatu yang lebih diantara kawan sebayanya. Meskipun terkadang hanya makan sekali dalam sehari tidak membuatnya kehilangan energi dalam menuntut ilmu. Muna yang memang dikenal juga anak yang pandai bergaul dan periang ini bergabung bersama kawan-kawannya di UKM MUSLIM. . Keprihatinan yang dialami keluarga Muna baru diketahui ketika kawan-kawannya berkunjung ke rumahnya. Semenjak itu, ia semakin mendapat perhatian dari pengurus UKM MUSLIM dan kawan-kawannya dengan memberinya bantuan yang memang jumlahnya belum cukup signifikan.
Ust. Harist, salah seorang Pembina MUSLIM merekomendasikan Muna untuk mendapat bantuan beasiswa melalui DPU DT. Alhamdulillah, setelah mengikuti seleksi akhirnya Muna lolos menjadi anggota program BEA MAHAKARYA DPU DT. Dalam program BEA MAHAKARYA ini selain mendapat bantuan finansial ia juga memperoleh serangkaian pendidikan dan pelatihan yang dapat menjadi bekal bagi dirinya kedepan. Muna terlihat semakin optimis mengejar cita-citanya. Selain itu pula atas usaha dan dukungan kawan-kawannya ia dapat diliput dibeberapa media cetak dan elektronik yang mudah mudahan dapat dijadikan pintu keluar bagi keprihatinan yang ia alami sekeluarga selama ini.

Inilah cerita nyata yg ditayangkan dalam berita MATA HATI di DAAI TV, transtv di acara KEJAMNYA DUNIA dan EMPAT MATA di trans7. Sungguh episode yg membuat kita merinding dan mata kita berkaca-kaca.
# ya Allah, aku sering mengeluarkan untuk hal-hal yg gak penting, padahal disana ada orang yg bekerja keras demi mencari uang. (akhwat lagi).
# bagaimana mungkin dia bisa berjalan 10 km perhari? Mo kekantor di depan rumah aja sering naik motor. (padahal cuma 10-15 m aja)
# Subhanallah, semangatnya itu loh, kalau nyimak saat ia berbicara, seperti tak ada rasa minder, penuh percaya diri.
Padahal disaksikan seluruh penduduk indonesia.
Very nice ukhti… So wonderfull…

# Ya Alloh mudahkanlah orang-orang yang lemah yang selalu berharap kebaikan di dunia dan di akhirat…

#bersyukurlah kita telah dikaruniai nikmat yang tiada terkira, nikmat bernafas lega, nikmat berkeluarga yang berkecukupan dan nikmah-nikmat yang lainnya…

# Ya Alloh jauhkanlah kami dari golongan orang-orang yang selalu menghabiskan waktunya untuk keduniaan..dan berkatilah orang-orang yang selalu mengingatimu..

Semoga kita termasuk orang-orang yang beriman dan bertawakkal..amin

Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya:

1. Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya.

Selain itu, ia juga harus berusaha menjaga keridhaan suaminya, mengerjakan apa yang disukai suaminya, menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang berbincang dan berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah Ta’ala,

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan saying. (ar-Ruum:21).

2. Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang banyak memberikan keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan keharmonisan keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang menjadi harapan setiap pasangan suami-istri.

Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta’ala berfirman,
Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa’. (al-Furqan:74).

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak. Demikian hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Nasa’I, al-Hakim, dan ia mengatakan, Hadits tersebut sanadnya shahih.

3. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih gadis dan masih muda. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Shahihain dan juga kiab-kitab lainnya dari hadits Jabir, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bertanya kepadanya,

Apakah kamu menikahi seorang gadis atau janda? dia menjawab,”Seorang janda.”Lalu beliau bersabda, Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu?.

Karena seorang gadis akan mengantarkan pada tujian pernikahan. Selain itu seorang gadis juga akan lebih menyenangkan dan membahagiakan, lebih menarik untuk dinikmati akan berperilaku lebih menyenangkan, lebih indah dan lebih menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk disentuh dan lebih mudah bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing akhlaknya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda,

Hendaklah kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka mempunyai mulut yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur dan mempunyai cumbuan yang lebih menghangatkan.

Demikian hadits yang diriwayatkan asy-Syirazi, dari Basyrah bin Ashim dari ayahnya, dari kakeknya. Dalam kitab Shahih al_Jami’ ash_Shaghir, al-Albani mengatakan, “Hadits ini shahih.”

4. Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga dekat, karena Imam Syafi’I pernah mengatakan, “Jika seseorang menikahi wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar anaknnya mempunyai daya piker yang lemah.”

5. Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang mempunyai silsilah keturunan yang jelas dan terhormat, karena hal itu akan berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung. (HR. Bukhari, Muslim dan juga yang lainnya).

6. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu taat beragama dan berakhlak mulia. Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya yang mulia akan menjadikannya pembantu bagi suaminya dalam menjalankan agamanya, sekaligus akan menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga suaminya.

Selain itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia akan menyuruh, ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta menyenangkan suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang demikian adalah seperti yang difirmankan Allah Ta’ala,

“Sebab itu, maka wanita-wanita yang shahih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminyatidak berada di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka”. (an-Nisa:34).

Sedangkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
“Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatannya adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim, Nasa’I dan Ibnu Majah).

7. Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah seorang yang cantik, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula yang akan membantu menjaga kesucian dan kehormatan. Dan hal itu telah disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits tentang hal-hal yang disukai dari kaum wanita.

Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang mempunyai gambaran tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan selera dan keinginannya. Sebagian orang ada yang melihat bahwa kecantikan itu terletak pada wanita yang pendek, sementara sebagian yang lain memandang ada pada wanita yang tinggi.

Sedangkan sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna kulit, baik coklat, putih, kuning dan sebagainya. Sebagian lain memandang bahwa kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan kelembutan ucapannya.

Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk menikahi wanita yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan tergoda pada wanita lain, sehingga tercapailah tujuan pernikahan, yaitu kesucian dan kehormatan bagi tiap-tiap pasangan.

——–
Sumber: Fikih Keluarga, Syaikh Hasan Ayyub, Cetekan Pertama, Mei 2001, Pustaka Al-kautsar

Jika Al Qur’an Dapat Berbicara… ……… ….

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku, dengan wudu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci,aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari. Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari, setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra.

Sekarang engkau telah dewasa … Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku … Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah … Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu, atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja ?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya, aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu.

Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa, atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan

dalam kesendirian dalam kesepian. Di atas lemari, di dalam laci , aku engkau pendamkan.

Dulu, pagi-pagi, surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.

Sekarang pagi-pagi sambil minum kopi, engkau baca koran pagi atau nonton berita TV. Waktu senggang engkau sempatkan membaca buku karangan manusia. Sedangkan aku

yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa, engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan.

Waktu berangkat kuliah atau kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah). Di perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi, tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat padaku di laci mobilmu.

Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu. Aku tahu kalau itu bukan stasiun radio yang senantiasa melantunkan ayatku.

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja. Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu, jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun. E-mail

temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan, engkau terlalu sibuk dgn urusan duniamu. Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.

Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV, menonton pertandingan Liga Italia, musik atau Film dan Sinetron laga. Didepan komputer berjam-jam engkau betah duduk, hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar

sampah. Waktupun cepat berlalu, aku menj adi semakin kusam dalamlemari, mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu, seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali. Itupun hanya beberapa lembar dariku, dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu. Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah koran, TV, radio, komputer, dapat memberimu pertolongan, bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya?

Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu. Setiap saat berlalu, kuranglah jatah umurmu….

Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu. Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu. Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati. Di kuburmu nanti, Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan yang akan membantu engkau membela diri. Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam

akhirat. Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu, yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.

Peganglah aku lagi, bacalah kembali aku setiap hari, karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci, yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu. Sentuhilah aku kembali, baca dan pelajari lagi aku. Setiap datangnya pagi dan sore hari. Setiap saat.

Halaman Berikutnya »