Jakarta yang merupakan kota Internasional, seharusnya malu karena tiap tahun kebanjiran. Masih terbayang oleh kita banjir bandang yang terjadi tahun 2002, dimana hampir seluruh jalan-jalan utama di Jakarta terendam air, bahkan Istana Negara ikut kebanjiran. Saat itu pemerintah DKI Jakarta mengatakan ini sudah menjadi siklus lima tahunan, akan tetapi setelah tahun 2002 banjir terus saja menghampiri Jakarta, siklus lima tahunan sekarang berubah menjadi siklus tahunan. Para ahli mengatakan kalau ini semua terjadi karena pemanasan global (global warming), entah itu benar atau tidak tetapi prilaku kita terhadap lingkungan sekitar kita juga mempengaruhi. Oleh karena itu untuk menanggulangi masalah banjir ini kita harus berkomitment untuk “stop global warming”. Berikut ini ada tips-tips bagi kita untuk “stop global warming”, semoga bermanfaat.
Tips. STOP GLOBAL WARMING
1. Gantilah lampu – lampu anda dgn Compact Fluorescent Lamp ( CFL )
Meski harganya agak mahal, lampu CFL lebih hemat 60% dari lampu biasa dan lebih awet. Dengan kita mengganti ke lampu CFL juga akan mengurangi ratusan kilogram karbondioksida per- tahunnya.
2. Bersihkan atau ganti filter AC anda.
Dgn membersihkan filter udara pada AC, akan mengurangi ratusan kilogram karbondioksida per- tahun.Gunakan AC seperlunya dan tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21 – 25 derajat celcius.
3. Jika membeli peralatan – peralatan rumah/kantor, pilih yg hemat energi.
Cari keterangan pada kemasan dimana ada label keterangan hemat energi untuk memilih produk yang paling hemat energi. Kertas recycle menghemat 70 – 90% energi dalam pembuatannya, dan mengurangi penggundulan hutan. Cari produk yang kemasannya sedikit dan jika ada beli refillnya. Ini akan mengurangi sampah dan menghemat energi.
4. Matikan listrik jika tidak digunakan.
Matikan semua peralatan elektronik ataupun mesin jika tidak sedang di pakai. Jangan meninggalkannya dalam keadaan “standby”. Cabut charger telpon genggam dari stop kontak. TV menhabiskan sekitar 40% energi listrik dalam sehari hanya pada saat standby (bila di hitung 3 jam menyala dan 21 jam standby).
5. Pindahkan lemari es anda.
Menempatkan lemari es dekat dengan kompor akan menhabiskan lebih banyak energi dari pada jika bebas dari unsur – unsur yang panas di sekitarnya.
6. Gunakan penutup untuk memasak seperti pada pressure cooker atau steamer.
Menggunakan alat – alat tersebut akan menghemat banyak energi sekitar 70%.
7. Pakailah mesin pencuci hanya kalau sudah penuh.
Jika menggunakannya sewaktu masih separuh, gunakan setting yang untuk half-load atau economy. Tidak perlu men-set suhunya terlalu tinggi. Zaman sekarang deterjen sdh cukup canggih dan efisien untuk dapat mencuci bersih pada suhu yg rendah.
8. Pakailah shower.
Shower dengan tekanan yang rendah atau arus lemah, menghemat penggunaan air dan energi. Dan gunakan sesedikit mungkin air panas. Untuk memanaskan air sangat membutuhkan banyak energi.
9. Lakukan daur ulang di rumah.
Anda dapat mengurangi ribuan kilo karbondioksida per tahunnya hanya dengan mendaur ulang separuh dar sampah rumah anda. Lakukan daur ulang sampah organic. Dengan mendaur ulang sampah organic dengan benar menjadi kompos akan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Minimal punya 2 macam tempat sampah di rumah, membantu mengurangi polusi air, udara dan tanah. Pisahkan sampah basah/organic (sisa makanan dan masakan, daun minuman) dan sampah kering (plastic, kertas, kaleng, kaca). Buku bekas, majalah, Koran, surat2 tagihan juga dapat di sendirikan dan dijual/diloakkan.
10. Pakailah tas belanja sendiri yang dapat dipakai ulang daripada tas plastik dari tempat belanja.
Kantong plastic butuh waktu 1000 thn untuk dapat terurai di TPA ( Tempat pembuangan akhir ). Sekitar 300 juta buah kantong plastik di buang tiap tahunnya di Indonesia. Sampah plastik mengelurkan CO2 dan gas metana ke atmosfir, dan dapat mengotori udara, air dan tanah.
11. Tanamlah pohon, lindungi dan selamatkan hutan.
Satu pohon dapat menyerap 1 juta ton karbondioksida selama hidupnya. Penebangan dan pembakaran hutan akan mengurangi penyerapan dan juga melepaskan karbon tsb. ke atmosfir yang berdampak pada pemanasan global.
12. Sebisa mungkin beralihlah ke energi berkelanjutan atau energi diperbarui (sustainable energy, renewable energy; green power/energy) .
Energi diperbarui, seperti tenaga surya dan angin, mengurangi ketergantungan kita terhadap penggunaan bahan bakar fosil, sumber polusi utama pemanasan global.
13. Kurangilah penggunaan kendaraan bermotor dengan berjalan, bersepeda, sharing atau kendaraan bersama, atau menggunakan kendaraan umum.
14. Tune-up dan cek ban kendaraan anda.
Dengan melakukan tune-up akan menghemat bensin dan uang, dan juga sekaligus mengurang polusi udara dari jutaan kilogram karbondioksida. Pemompaan ban yang benar dapat menambah efisiensi penggunaan bensin.
15. Sharing-kan pemahaman dan kesadaran tentang pemanasan global kepada orang lain.


